m
"realita"November 14, 2008 2:22 pm

Dikisahkan, Pada suatu ketika, Tuhan ingin sekali tahu bagaimana jika semua makhluk tersebut diberi kesempatan memilih hidup sekali lagi, ingin menjadi apakah masing-masing dari mereka? Maka, Tuhan pun bertanya kepada semua makhluk ciptaan-Nya.

Jawaban Tikus, "Jika diberi kesempatan memilih, aku ingin menjadi kucing. Enakjadi kucing, dia bisa bebas merdeka berada di dapur, disediakan makanan, susu, dan dielus-elus oleh manusia.

Kucing menjawab, "Kalau bisa memilih, aku ingin jadi tikus. Kepandaian tikus mengelilingi lorong-lorong rumah membuat orang serumah kewalahan, dan tikus bahkan bisa mencuri makanan yang tidak bisa aku santap. Hebat sekali menjadi seekor tikus."

Jawabnya Ayam, "Pasti aku ingin menjadi seekor elang. Lihatlah langit di atas sana , elang tampak begitu perkasa mengepakkan sayapnya yang indah di angkasa luas, membuat semua makhluk iri, ingin menjadi seperti dirinya. Tidak seperti diriku, setiap hari mengais makanan, terkurung dan tidak memiliki kebebasan sama sekali."
Kalo Elang Jawab, "Aku mau menjadi seekor ayam. Ayam tidak perlu bersusah payah terbang kesana-kemari untuk mencari mangsa. Setiap hari sudah disediakan makanan oleh petani, diberi suntikan untuk mencegah penyakit, dan ayam begitu terlindung di dalam kandang yang nyaman, bebas dari hujan dan panas."
Saat pertanyaan yang sama diberikan pada manusia, ternyata perempuan dan lelaki pun memberikan jawaban yang beda.
Si Perempuan menjawab, "Saya ingin menjadi laki-laki. Pemimpin besar dan yang hebat-hebat adanya pasti di dunia laki-laki,  Menjadi perempuan sangatlah menderita, harus selalu melayani, bertarung nyawa melahirkan anak, kemudian membesarkan mereka, ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan."
Kaum Lelaki jawabnya, "Aku mau jadi perempuan. Halus budi bahasanya, tidak perlu bekerja keras menghidupi keluarga, selalu disayang, dilindungi dan dimanjakan. Ingat, tidak ada pahlawan yang lahir tanpa seorang perempuan, surga saja ada di bawah telapak kaki ibu atau perempuan."
Setelah mendengar semua  jawaban para mahluk ciptaan-Nya, Tuhan pun memutuskan tidak memberi kesempatan untuk memilih lagi. Maka, setiap makhluk akan kembali menjadi makhluk yang sama.
Ada pepatah yang mengatakan, "Rumput tetangga selalu lebih hijau dibandingkan dengan rumput di kebun sendiri." Hal tersebut sejalan dengan kisah di atas. Memang, tak bisa dipungkiri jika manusia kadang justru lebih sering memikirkan kelebihan, kebahagiaan, dan kesuksesan orang lain. Hal ini membuat orang acap kali mengabaikan apa yang sudah dimilikinya. Tak heran, jika pikiran selalu dipenuhi dengan perasaan tersebut, maka hidup akan selalu menderita akibat terbiasa selalu membanding-bandingkan. Padahal, tahukah kita jika orang yang kita pikirkan justru mungkin berpikir sebaliknya?
Maka, dengan mampu menerima dan bersyukur apa adanya atas apapun yang kita miliki adalah kebijaksanaan. Dan, bisa ikut berbahagia melihat  kebahagiaan dan kesuksesan orang lain adalah kekayaaan mental.
Mari, cintai apa yang kita miliki, hidup pasti akan lebih berarti. Maka, kita akan bisa menyongsong kegembiraan dan kebahagiaan sejati.   

 

 

"realita"November 5, 2008 9:45 am

       Seorang mahasiswa harvard university meninggal pada waktu yang telah tertakdirkan untuknya.
Orang tuanya yang sangat menyayanginya sangat berharap ada kenang-kenangan yang menandakan anaknya pernah hidup di dunia ini. sesuatu yang besar, yang bisa orang lain juga tahu. well, orang tuanya dengan penuh harap menemui rektor harvard university dengan urusan meminta kebijakan supaya universitas itu mau membuatkan patung anaknya yang akan di pajang di universitas itu untuk mengenangnya.

    Dengan tanpa pertimbangan rektor itu menolak karena anaknya yang meninggla itu tak memberikan kontribusi yang besra kepada universitas ini, pikir rektor itu. orangtua itu pun kecewa…tanpa berhenti berusaha, orang tua itu datang lagi ke rektor harvard university beberapa hari kemudian, memohon kembali agar harvard university mau membangun satu gedung khusus yang isinya mengenang tentang anak satu-satunya itu.

       Lalu, rektor itu berbicara keras "enak saja!! anda pikir pembuatan gedung tidak memerlukan biaya yang besar ya, hanya untuk anakmu saja kita harus mengeluarkan biaya yang besar??"

        Dengan santai ibu anak itu menjawab "ohh begitu ya, jadi anda terhambat dan tidak mau karena masalah biaya?, y sudah kalau begitu (sambil berbicara pada suaminya) lebih baik kita membangun universitas baru saja pa ".

        Jadilah STANFORD UNIVERSITY. 

"kasus", "realita" 9:28 am
    Beberapa hari yang lalu tiba-tiba saja saya mendengar ada seorang adik kelas saya yang pindah sekolah, dari Kharisma Bangsa ke Pribadi Bandung, sama-sama sekolah Pasiad. saya ga tau jelas motif dia pindah apa. tapi kabar terakhir yang saya dengar bahwa dia menghilang hari minggu lalu. ngakunya pada asrama dia ikut rombongan ke poinsquare, dan sesampainya di poinsquare dia malah mengaku pada rombongan tuk bertemu dengan ibunya.wahhh.. waktu pulang ke asrama pun tiba, dia tak ada. ibunya bergegas mencarinya di asrama, tapi dia tak ada, satu hari setengah dia menghilang.
    untunglah papanya berbakat dalam menemukan orang hilang, papanya seorang polisi. beliau menemukan anak perempuannya di pantai yang asing. entah apa yang dia kerjakan. setelah berhasil membuatnya membuka mulut, ketahuanlah apa yang dia kerjakan, dia bertemu dengan teman chattingannya selama ini, ehmm sebenarnya pacar yang dia temukan melalui chatting.
    aku sadar akan kehidupan maya di depan komputer, begitulah bila orang tidak menahan diri, membiarkan dirinya terjun dalam kesenangan sesaat, tanpa memikirkan komitmen yang benar-benar dia pengang.bagaimana bisa dengan mudahnya dia jatuh hati pada orang yang tak di kenalnya, apalagi lewat chatting, begitu mudahkah baginya untuk mencari seseorang untuk mengisi hatinya. huah pusing aku mendengar cerita ini, terus terang aku juga malas menceritakan ini di sini, adik kelasku kurasa mencari sensasi, akibat kedua orang tuanya yang tak memedulikan dia. saya pernah menerima curhatannya tentang bagaimana orangtuanya sibuk hingga tak dia lebih baik tinggal di asrama. sungguh malang.
    jangan salah!!, aku juga punya teman melalui chatting, ya aku sangat akrab dengannya, sejak tahun pertamaku di SMA kami berkomunikasi sangat akrab dan akhirnya jadilah dia seorang kakakku, kakak yang tak pernah kutemui, tapi dikenal oleh orang-orang di sekitarku karena aku mengenalkannya. dia mengenalkanku pada blog, pada internet lebih dalam, terus terang ilmuku bertambah karena dia adalah guru mayaku.iya.hingga aku tahu hubunganku dengannya berarah pada kebaikan dan aku pun senag. tapi sekarang entah… sejak tahun lalu, kira2 hanya berkisar satu setengan tahun hubungan kami, dia sudah berhenti menelponku, tidak ada kabar apa-apa lagi darinya, kalau dia pergi, kenapa dia tak mengucapkan kata perpisahan. aku tahu di sibuk, dan kemudian akhirnya aku sadar akan resiko hubungan berawal dari chatting, aku sadar…sama-sama tidak dapat mampertahankan.itulah fakta.aku tak rugi malah aku beruntung!!!iya. dan aku tahu dia juga tak rugi.iya kan?
"realita"October 22, 2008 8:11 am

    ada seorang guru yang sedang mengajar di kelas kesayangannya. si guru ini sangat bijaksana dan sangat filosofis. hari itu di sela-sela pelajaran, si guru memberikan pertunjukkan yang mengajak siswanya untuk berfikir.

    ada toples berukuran sedang di mejanya,  dia juga telah mengumpulkan batu-batu sebesar bola pingpong, segelas krikil, semangkuk pasir dan air di dalam botol minumannya. pertama-tama, dia memasukan batu-batu sebesar pingpong itu ke dalam toples. ketika toples itu sudah terisi penuh oleh batu dan tidak bisa di masukkan batu lagi, guru itu bertanya pada muridnya : apakah toples ini sudah penuh?

    muridnya berteriak "suudaaaaaahhh penuuuhhh !!!", si guru menggelengkan kepalanya, dia lalu melanjutkan memasukkan kerikil ke dalam toples yang dipenuhi batu sebesar pingpong itu, sudah tak muat lagi untuk di masuki kerikil, si guru berhenti dan menanyakan lagi kepada muridnya : "apakah toples ini sudah penuh" muridnya menjawab dengan suara ragu-ragu "sepertinya sudah..", "good" kata gurunya.

   selanjutnya si guru memasukkan pasir lagi ke dalam toples itu, ternyata dengan mudahnya pasir pasir ini mengalir bagai air mengisi sela-sela kosong antara batu dan krikil. si guru bertanya lagi "seperti yang kamu lihat apakah toples ini sudah penuh??"  muridnya telah mengerti maksudnya dengan melihat masih ada satu bahan lagi yang belum di masukkan ke dalam toples, mereka lalu mejawab "beluum penuh pak!!", refleks gurunya berkata "good!!",

   guru itu lalu memasukkan bahan terakhir, yaitu air ke dalam toples hingga terlihat dengan mudah bahwa sekarang toples itu sudah benar benar penuh..

   gurunya lalu bertanya hal lain.."apakah kalian mengerti apa yang saya lakukan tadi, tadi adalah arti kehidupan..", salah satu muridnya mengacungkan jempolnya dan berkata "saya mengerti pak, maknanya adalah sesibuk-sibuk jadwal kita, dengan usaha keras pasti masih bisa kita gunakan untuk melakukan hal yang bermanfaat di sela-selanya"

    dengan halus dan menghormati pendapat muridnya, si guru sepuluh persen membenarkan, "anak- anak maksud dari apa yang bapak peragakan tadi adalah, bahwa batu sebesar pimpong itu adalah tujuan kita. dalam hidup kita, kita harus memasukkan the bigrocks terlebih dahulu dalam menentukan langkah kita menuju tujuan kita itu, coba bayangkan bila krikil atau pasir yang kamu masukkan terlabih dahulu, batu sebesar pingpong itu tak kan bisa masuk banyak, krikil pasir dan air adalah jalan yang akan kalian ambil, ilustrasi ini menggambarkan kepada kita bahwa menentukan tujuan adalah terpenting lalu memilih langkah-langkah yang paling baik dalam menujunya"
    emoticon